Oleh karena itu, Ilung yang bersama pengurus PBHMI lainnya ke Vatikan pada 2011 dan Russia pada 2012 dalam kunjungan pluralisme dan nasionalisme, menandaskan pemuda Indonesia tidak perlu membesar-besarkan ISIS. Membesar-besarkan ISIS sama saja memberi ruang promosi bagi dikenalnya organisasi itu lebih luas dan menimbulkan kekhawatiran bagi bangsa Indonesia. “Mengembangkan budaya nasional serta daerah adalah penting untuk melawan gerakan pengaruh asing. Adalah penting bagi bangsa Indonesia untuk memelihara warisan budaya nenek moyang yang ada di negeri sendiri. Indonesia harus melawan rasa takut terhadap segelintir orang yang menyebarkan virus permusuhan, ketakutan dan kedengkian bagi bangsanya sendiri,” jelasnya.
Selain itu, Sekjen PBHMI itu mengurai lebih lanjut, bahwa Nabi Muhammad tidak pernah mengajarkan Islam berperang dengan membabi buta, melainkan mengakarkan persatuan ummat, perdamaian dengan penganut keyakinan lain, dan bersikap damai seperti Islam itu sendiri. Hal itu, menurut Ilung, tercermin dan diajarkan dalam Piagam Madinah yang diprakarsai oleh Nabi Muhammad.













