Oleh: Andrian Tanuwijaya, Portofolio Manager – Equity PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI)
Pasar finansial global mencatatkan koreksi di tengah kekhawatiran penyebaran virus COVID-19. Bagaimana sesungguhnya dampak dari penyebaran virus terhadap ekonomi global dan domestik?
Penyebaran virus ini berpotensi untuk memberi dampak negatif pada pertumbuhan ekonomi global dalam jangka pendek. Dengan adanya pabrik tutup, karantina dan berbagai usaha pencegahan penyebaran virus lain, menjadikan aktivitas ekonomi menjadi lebih terbatas. Salah satu sektor utama yang terdampak adalah sektor pariwisata dan turunannya yang terpukul oleh menurunnya jumlah turis.
Namun kekhawatiran terbesar terhadap perekonomian global adalah dari disrupsi terhadap supply chain dengan ditutupnya pabrik-pabrik di China yang berperan penting dalam sistem supply chain global. Namun tentunya ekspektasi kami adalah dengan meredanya penyebaran virus maka aktivitas ekonomi akan kembali normal.
Ekonomi domestik juga diperkirakan dapat terkena imbas negatif secara jangka pendek dari efek penyebaran virus ini, walaupun dampaknya akan lebih minim. Perekonomian Indonesia sangat berorientasi domestik, sehingga dampak terhadap Indonesia akan relatif terbatas dibandingkan dengan negara–negara lain yang jauh lebih tergantung terhadap ekspor dan pariwisata. Untuk Indonesia, kontribusi net ekspor hanya sekitar 1% dari total PDB dan pariwisata menyumbang kurang dari 2% dari total PDB, jauh lebih kecil dibandingkan negara-negara lain di Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia dan Thailand.














