Selain dari sektor pariwisata, sejauh ini aktivitas ekonomi di Indonesia masih berjalan normal, belum ada penutupan pabrik atau karantina besar-besaran yang membatasi aktivitas ekonomi. Sektor manufaktur Indonesia memang membutuhkan suplai barang setengah jadi dari China, namun secara keseluruhan hanya 27% sumber impor barang setengah jadi Indonesia berasal dari China dan perusahaan juga masih memiliki persediaan untuk menjalankan aktivitas produksi.
Apakah wabah virus ini akan berdampak pada outlook ekonomi jangka panjang?
Dalam pandangan kami dampak dari penyebaran virus ini masih bersifat jangka pendek dan belum berdampak pada outlook ekonomi jangka panjang. Selain dari sektor pariwisata, disrupsi pada sektor lain di ekonomi berpotensi untuk membaik ketika penyebaran virus sudah mereda. Rencana pembelian atau investasi yang tertunda karena adanya penyebaran virus akan dapat direalisasikan setelah penyebaran virus mereda, sehingga ada potensi ekonomi rebound setelah penyebaran virus tuntas.
Hal inilah yang terjadi pada epidemik SARS di 2003, di mana aktivitas ekonomi rebound setelah penyebaran SARS mereda di bulan April 2003. Oleh karena itu kami berpendapat bahwa dampak negatif dari virus COVID-19 terhadap ekonomi bersifat sementara, atau short-term disruption, not destruction.















