Sejauh ini kami optimis bahwa penyebaran virus ini dapat dibatasi, didukung oleh respon pemerintah global yang cepat, terkoordinasi, serta edukasi pada publik untuk mencegah penyebaran lebih lanjut. Setiap epidemi selalu mengikuti tiga tahap, yaitu eskalasi (jumlah kasus meningkat tajam), stabilisasi (jumlah peningkatan kasus stabil dan mulai menurun) dan de-eskalasi (jumlah kasus menurun tajam). Positifnya adalah saat ini jumlah kasus di China sudah berkurang, mengindikasikan bahwa dengan proses karantina yang efektif dan terorganisir penyebaran virus dapat dibendung.
Spesifik terkait pasar saham domestik, IHSG turun dari level 6300 di awal tahun ke level 5300-5400 dibayangi kekhawatiran virus COVID-19, apakah masih ada risiko downside lebih lanjut?
Koreksi yang terjadi menjadikan IHSG turun ke level valuasi yang sangat murah. Rasio PE IHSG turun ke level 12,8x yang merupakan -2 standar deviasi dari rata-rata 7 tahun. Secara statistik, tingkat -2 standar deviasi berarti hanya 2,3% probabilitas data mencapai level ini, mengindikasikan level yang sangat murah bagi IHSG dan langka secara historis. Terakhir kali IHSG turun ke level ini adalah di tahun 2015. Tapi yang perlu digarisbawahi adalah kondisi fundamental Indonesia 2015 dengan saat ini yang berbeda.















