Sebagaimana diketahui, pada tanggal 26 Desember 2018 terjadi letusan besar yang menyebabkan longsoran besar yang menghancurkan seluruh puncak Gunung Anak Krakatau sehingga tingginya yang semula 338 meter berkurang hingga hanya lebih kurang 110 meter di atas permukaan laut. Runtuhnya seluruh puncak dan sebagian besar tubuh tersebut tidak menimbulkan tsunami.
“Adapun yang disinyalir sebagai adanya retakan di lereng Gunung Anak Krakatau, hal itu merupakan sisa-sisa dari proses runtuhan yang disebabkan letusan tanggal 26 Desember 2018, dan itu adalah hal yang wajar di dalam letusan gunungapi. Tidak perlu dikhawatirkan,” tandas Rudy.












