Sinergi ini diyakini mampu meningkatkan efisiensi operasional, dengan integrasi di aspek pendanaan, sumber daya manusia dan pengadaan yang lebih terkoordinasi dalam ekosistem internal Petrosea.
Selain itu, ujar Hendrawan, akuisisi 51 persen saham Grup Hafar senilai Rp399,8 miliar memperkuat langkah PTRO di sektor migas lepas pantai.
Dia menambahkan, dengan pengalaman Hafar di bidang EPCI dan layanan pelayaran untuk proyek-proyek minyak dan gas, Petrosea menambah kapabilitas baru yang sekaligus memperluas sumber pendapatan dari sektor energi hulu dan hilir.
Menurut Hendrawan, transformasi ini menandai arah baru bagi PTRO menuju struktur bisnis yang lebih resilien dan berorientasi jangka panjang.
Dengan fokus pada pertumbuhan EBITDA dan optimalisasi aset hasil akuisisi, Petrosea optimistis mampu mempertahankan tren kinerja positif, serta memperkuat peranan dalam mendukung pembangunan sektor energi dan mineral di kawasan regional.














