“Dosen dan mahasiswa harus memiliki cara pandang yang visioner, berintegritas, dan professional. Bukan hanya retorika namun juga logika berpikir harus berpadu. Kita harus harus bisa bersatu untuk bekerja bersama membangun negeri,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Catur juga memberikan pemahaman perlunya mahasiswa memiliki wawasan nusantara agar tidak terlibat dalam kegiatan yang tidak produktif, apalagi destruktif.
Ia pun menyinggung soal demo mahasiswa. Menurutnya, kampus memang tidak boleh melarang mahasiswa untuk berdemo.
Namun mahasiswa harus taat peraturan.
“Saya paham mahasiswa berdemo untuk ‘memperbaiki’ negara, namun sebelum bisa memperbaiki bangsa dan negara kita harus bisa memperbaiki diri sendiri, keluarga kita sendiri terlebih dahulu,” tandas Catur.
Terkait memperbaiki diri, alumnus Lemhannas PPSA XXI ini memberikan tips kepada mahasiswa untuk menghindari atau menghilangkan setidaknya 9 ciri atau sikap negatif manusia Indonesia.
“Anda harus bisa menghilangkan sikap malas, tidak disiplin, korupsi, emosional, individualistis, boros, rendah diri, sombong, percaya takhayul,” sebut Catur.
Terakhir, Catur menegaskan bahwa program pendidikan pada Prodi Akuntansi meliputi transfer dan transform wawasan akuntansi dan regulasi harus dijadikan pedoman bagi dosen dan mahasiswa.














