Zulhas kepada media mengaku telah mengecek langsung ke Gudang Bulog dan hanya sedikit ditemukan beras berkutu.
Sementara itu, Mentan Amran pada rapat bersama Komisi IV DPR mengungkapkan bahwa jumlah beras dalam kondisi rusak itu berada pada angka 100 ribu hingga 300 ribu ton. Jumlah itu masih laporan sementara yang belum dapat dipastikan.
Sedangkan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, menyatakan stok beras berkutu masih dapat dikonsumsi, setelah melewati proses fumigasi atau pengendalian hama.
Menanggapi silang pendapat itu, Alex menyatakan jika persoalan beras berkutu bukan berada pada mana informasi yang lebih benar.
Namun, kata Alex, informasi terkait data yang disampaikan ke publik harus lah berdiri pada kebenaran.
“Akan tetapi, tentang bagaimana masyarakat memotret para pembantu presiden dalam menjalankan roda pemerintahan,” kata Alex.
Tak adanya satu kebijakan dalam menangani sebuah persoalan, Ketua PDI Perjuangan (PDIP) Sumatra Barat (Sumbar) itu berpendapat bahwa perbedaan pernyataan tersebut menandakan kentalnya ego sektoral pada masing-masing kementerian.
Wakil Rakyat dari Dapil Sumbar I itu menuturkan jika tak bisa menyelesaikan masalah dalam satu suara, bagaimana para menteri itu bisa berbicara tentang menyukseskan program kerja swasembada pangan sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.















