JAKARTA – Aliansi Komodo Memanggil (AKM) berencana menggelar aksi menolak pembangunan vila dan fasilitas Pulau Padar, yang merupakan habitat Komodo dan berbagai satwa langka lainnya pada Selasa (16/9).
Koordinator Aksi, Doni Parera menegaskan Pulau Padar merupakan kawasan konservasi penting yang harus dijaga kelestariannya sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.
“Rencananya, Selasa, 16 September 2025, kita akan turun ke jalan menyerukan penolakan. rencana pembangunan vila dan fasilitas wisata lainnya di Pulau Padar. Titik Kumpul Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat dengan tujuan aksi ke Istana Negara & Kementerian LHK,” ujar Koordinator Aksi, Doni Parera dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (14/9).
Hingga saat ini, masyarakat dan berbagai organisasi menolak keras rencana pembangunan vila dan fasilitas wisata lainnya di Pulau Padar, Taman Nasional Komodo.
Dikhawatirkanan pembanguna vila ini akan kerusakan ekosistem, ancaman terhadap habitat Komodo, serta dampak negatif pada mata pencaharian masyarakat lokal.
“Sekali lagi, kami dari AKM, menyerukan penolakan keras terhadap rencana perusakan Pulau Padar demi bisnis rakus segelintir penguasa,” tegas Doni.
PT Komodo Wildlife Ecotourism (KWE), berencana membangun 619 bangunan komersial di Pulau Padar yaitu: 448 villa, 13 restoran, 7 lounge, 7 gym center, 7 spa center, 67 kolam renang, 1 bar seluas 1.200 m², 1 Hilltop Chateau dan 1 wedding chapel.















