
Menurut Donni, dampak negatif dari pemanfaatan pulau Padar untuk ekepentingan binus sangat serius.
Salah satunya, Komodo, warisan purba dunia, terancam punah.
Selain itu, dampak negatif lainnya, alam Padar yang asli akan dihancurkan.
Dan dampak negatif yang tidak kalah mengerikan adalah warga lokal akan terusir dari tanahnya sendiri.
“Kebijakan ini adalah bentuk ketidakadilan agraria, monopoli bisnis, dan korupsi kebijakan,” terang Doni.
Karena itu, Aliansi Komodo Memanggil menolak keras izin dari KLHK yang mencederai Pulau Padar sebagai kawasan konservasi.
“Mari kita rapatkan barisan! Jangan biarkan keserakahan merampas warisan dunia. Saatnya kita turun ke jalan dan bergerak Bersama,” serunya.















