Mengacu pada laporan penilaian bisnis segmen usaha IndiHome yang dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik Ruky, Safrudin & Rekan (KJPP RSR), bahwa transaksi antara TLKM dan Telkomsel tersebut adalah wajar. KJPP RSR memproyeksikan, pasca transaksi pemisahan segmen usaha IndiHome, pendapatan TLKM akan meningkat.
Pada akhir periode 2027, pendapatan TLKM akan meningkat menjadi Rp191,59 triliun.
Apabila TLKM tidak merealisasikan transaksi tersebut, maka pendapatan per akhir 2027 hanya senilai Rp189,2 triliun.
“Peningkatan terjadi karena sinergi komersial, serta tambahan
pendapatan akibat refocusing perseroan ke segmen B2B dan Telkomsel ke segmen B2C,” tulis KJPP RSR dalam laporannya.
Sementara itu, biaya dan beban TLKM pada 2027 diproyeksikan mengalami penurunan menjadi Rp92,96 triliun, dibandingkan Rp93,58 triliun jika tidak melaksanakan rencana transaksi.
“Penurunan biaya dan beban perseroan disebabkan oleh efisiensi biaya antara Telkomsel dan
IndiHome”.
Dengan dilaksanakannya rencana transaksi tersebut, maka laba bersih TLKM selama periode 2023-2027 diproyeksikan mengalami peningkatan.
Sejalan dengan manfaat transaksi yang akan diperoleh perseroan, peningkatan laba bersih berasal dari peningkatan pendapatan dan efisiensi biaya.













