Peningkatan kewajiban yang mengkuatirkan disaat penurunan penerimaan perusahaan yang sangat significant.
Utang terhadap equity perusahaan meningkat dari 85,04 % pada tahun 2019 menjadi 104,66% pada tahun 2020.
Ini akan menjadi sumber tekanan besar dimasa mendatang karena kecendrungan utang akan terus bertambah.
Adapun utang besar bersumber obligasi perusahaan meningkat menjadi USD 1,964,322,891 pada tahun 2020 atau sebesar Rp. 28,48 triliun.
Utang komersial yang harus dibayar mahal untuk membangun infrastruktur publik.
Sementara utang pada bank dan kepada pemegang saham juga sangat besar yakni mencapai USD 493,74 juta atau senilai Rp 7.16 triliun.
Total utang atau liability perusahaan saat ini tampaknya akan menjadi beban sangat besar bagi perusahaan.
Liability perusahaan mencapai USD 4,58 Miliar atau senilai Rp 66,39 triliun.
Kewajiban bunga atau beban keuangan mencapai USD 171,32 juta atau Rp. 2,5 triliun.
Kewajiban bunga yang setara dengan 5 sampai dengan 6 kali total gaji seluruh karyawan PGN.
*Tinpa Jalan Keluar*
Revenue perusahaan menurun sangat tanah, dari USD 3,84 miliar menjadi USD 2,88 miliar, penurunan penerimaan senilai 1 miliar dolar ini adalah sumber masalah utama keuangan PGN.
Sedangkan perusahaan menolak mengakui bahwa covid 19 berdampak pada keuangan.












