KALBAR-Puncak Hari Anak Perempuan Internasional (International day of girls) tahun ini diperingati dengan meriah oleh anak-anak perempuan di pedalaman Kalimantan Barat dengan diskusi dan sharing pengalaman mewujudkan mimpi Kalimantan Baru. Ratusan anak perempuan mulai tingkat TK, SD, SMP dan SMA menyuarakan kegembiraan dan harapan mereka dalam gerak lagu, tari-tarian dan yel-yel di Dusun Tempayak, Desa Sukakarya, Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Selasa, (11/10).
Diketahui, pada 19 Desember 2011 lalu PBB telah mendeklarasikan 11 Oktober sebagai Hari Anak Perempuan Internasional untuk mendorong pemenuhan hak-hak anak perempuan dan memperbaiki kehidupan mereka di seluruh dunia.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, peringatan Hari Anak Perempuan Internasional bertajuk “Girls Speak Out” di Kalbar tahun ini berlangsung meriah dengan serangkain acara sebelum puncak acara hari ini seperti penyadaran tentang ancaman bullying yang diikuti 116 orangtua. “Potensi anak perempuan untuk maju dan berkembang seringkali terhalang karena adanya kekerasan yang mereka alami baik di rumah maupun di sekolah. Survei kecil-kecilan kami menemukan 6 dari 10 anak mengalami kekerasan di dalam rumah dan 8 dari 10 anak mengalami kekerasan di sekolah maupun di jalan,” tegas Ketua Penyelenggara Peringatan Hari Anak Internasional, Sr. Theresia Kurniawati RGS di Marau, Kalimantan Barat, Selasa, (11/10).










