Rangkaian Hari Anak Perempuan Internasional tahun ini pun diharapkan mampu memperkecil angka putus sekolah dan kasus pernikahan dini. Kegiatan penyadaran dan pendampingan semacam ini harus terus digencarkan oleh semua pihak.
“Anak perempuan pedalaman mempunyai potensi yang sama dengan anak-anak di kota. Mereka mempunyai kemampuan untuk mengungkapkan ide, gagasan dan jiwa kepemimpinannya. Dengan ikut serta dalam peringatan Hari Anak Perempuan Internasional ini, kami berharap suara-suara lirih dari pedalaman ini dapat didengar dan berpengaruh pada usaha-usaha menguatkan potensi-potensi anak perempuan pedalaman,” harapnya.
“Dimasa yang akan datang kami berharap akan banyak lahir pemimpin perempuan yang mampu mengambil kebijakan bagi daerah-daerah pedalaman sehingga dapat sejajar dengan daerah lain dalam hal kemajuan. Anak-anak perempuan Dayak benar-benar menginginkan Kalimantan Baru.”
Ia pun mengungkapkan Kalimantan Baru adalah mimpi dan harapan, dimana setiap pribadi yang ada di dalamnya merasa aman, tentram dan damai. Kalimantan harus menjadi tempat yang aman bagi tumbuh-kembangnya seluruh ciptaan. Kalimantan harus menjadi tempat yang aman untuk tumbuh-kembangnya potensi-potensi anak-anak perempuan. “Secara pribadi saya berharap anak-anak perempuan di pedalaman mempunyai pengalaman yang sama dengan anak-anak perempuan di belahan dunia yang lain sehingga tumbuh kebanggaan, solidaritas dan kesatuan dengan sesama perempuan untuk memperjuangkan hak-haknya,” pungkasnya.










