Direksi ADRO mengatakan, perjanjian pinjaman tersebut akan memberikan nilai positif bagi kedua pihak dan mendukung tujuan perseroan sehubungan dengan pengembangan bisnis, serta memaksimalkan tingkat pengembalian bagi AI.
Adaro Energy Indonesia (ADRO) membukukan pendapatan sebesar US$1,44 miliar pada triwulan I 2024, turun 21,52% dari US$1,83 miliar pada periode sama tahun 2023.
Dari pendapatan tersebut, emiten di bidang batubara beraset US$10,46 miliar per Maret 2024 itu mencatatkan laba US$374,34 juta pada triwulan I 2024, turun 18,27% jika dibandingkan US$458,04 juta pada triwulan I 2023













