Hendra menambahkan, kolaborasi ini menandai langkah penting dalam membangun keahlian yang berpusat di Indonesia dan dapat diperluas ke tingkat internasional. “Kolaborasi ini menandai langkah penting dalam membangun keahlian yang berpusat di Indonesia dan dapat diperluas di tingkat internasional,” ujarnya.
Menurut Hendra, hal tersebut akan memposisikan panas bumi tidak hanya sebagai pilar transisi energi Indonesia, tetapi juga sebagai solusi yang dapat diterapkan secara global untuk mempercepat penurunan emisi, meningkatkan ketahanan energi, serta menciptakan nilai berkelanjutan lintas benua.
Berdasarkan perjanjian tersebut, jelas Hendra, SLB berencana meningkatkan efisiensi pengembangan, mengurangi risiko subsurface dan risiko eksekusi, serta mendukung realisasi proyek panas bumi yang layak secara teknis maupun komersial. Kapabilitas ini menjadi kunci dalam meningkatkan skala panas bumi sebagai sumber energi andal dan berdaya pasok stabil.
“Teknologi canggih, keahlian teknis yang mendalam, serta kinerja operasional yang disiplin melalui integrasi di seluruh siklus hidup proyek merupakan hal yang esensial untuk meningkatkan skala proyek panas bumi,” ujar Nurzhan Ongaltayev, Managing Director Indonesia, SLB.












