JAKARTA, BERITAMONOTER.COM – Keberadaan Pasar Bunga Rawa Belong sebagai sentra perdagangan bunga terbesar di Jakarta tengah menghadapi tantangan serius dalam beberapa tahun terakhir.
Pasar yang telah berdiri sejak tahun 1989 ini dinilai perlu mengalami pembenahan menyeluruh agar tetap relevan, nyaman, dan berkelanjutan, baik bagi pedagang maupun konsumen.
Ekonom dan Analis Pasar Modal Reza Priyambada menilai, perubahan zaman menuntut pasar tradisional seperti Rawa Belong untuk beradaptasi, sebagaimana ritel modern yang terus bertransformasi mengikuti kebutuhan konsumen.
Menurut Reza, persoalan utama bukan semata pada harga, tetapi pada kenyamanan dan pengelolaan ruang.
“Intinya adalah bagaimana kita membuat pasar itu nyaman buat pedagang dan pembeli. Orang sekarang lebih memilih tempat yang bersih dan tertata, meskipun harganya sedikit lebih mahal,” ujar Reza kepada media ini, Rabu (28/1/2026).
Ia membandingkan pasar tradisional dengan minimarket dan ritel modern yang kini tak sekadar tempat belanja, tetapi juga ruang singgah dan interaksi sosial.
Kondisi ini, menurut Reza, seharusnya menjadi refleksi bagi pengelolaan Pasar Bunga Rawa Belong agar tidak tertinggal oleh perubahan preferensi konsumen.















