Lebih lanjut, Boni mengatakan TNI sudah sangat professional.
Boni juga mengingatkan pentingnya follow up terhadap provokasi yang disampaikan Ferry penting untuk didalami oleh komunitas intelijen mana saja untuk mencegah terciptanya persepsi yang salah di pikiran masyarakat.
“Selain tidak benar, tudingan Ferry itu bentuk provokasi yang serius. Untuk itu, komunitas intelijen perlu mendalami tudingan itu dengan pengumpulan informasi yang obyektif dan menyeluruh,” tutur Pendiri Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) tersebut.
Senada dengan Boni, Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) Soleman Ponto juga mengecam keras pernyataan Ferry Irwandi soal TNI.
Menurut Ponto, pernyataan Ferry merupakan penggiring opini dan memanipulasi fakta karena secara sengaja membentuk persepsi publik yang salah tentang TNI.
“Pernyataan Ferry sebagai bentuk provokasi yang berpotensi merusak keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan merusak citra TNI sebagai institusi,” tandas Ponto.
Ponto pun mendorong aparat penegak hukum segera mengambil tindakan tegas atas pernyataan Ferry.
Hal tersebut penting agar menjaga wibawa TNI, keamanan nasional dan persatuan nasional.














