Untuk itu, Daeng meminta Kejagung agar tidak tebang pilih kasus.
“Kalau sampai sekarang tidak ada pejabat OJK yang jadi tersangka, bagi saya ini aneh. Mau dibawa kemana penegakan hukum kita,” ujarnya.
“Dugaan keterlibatan pejabat OJK sangat terang benderang. Buka saja, tidak perlu ditutup-tutupi dan dilindungi,” tuturnya.
Dia berharap agar Kejaksaaan menunjuk sikap netral dalam menanganai kasus Asuransi Jiwasraya ini.
Sebab, jika Kejagung salah menangani persoalan ini maka bisa menyeret nama Presiden Joko Widodo.
“Kita tahu, perkembangan kasus ini mengarah ke istana. Karena ada dugaan, dana ini dipakai untuk pilpres,” tegasnya.
“Untuk itu, saya berharap agar Kejagung serius menuntaskan kasus ini,” ucapnya.
Dia menegaskan, keseriusan Kejaksaan mengusut kasus Asuransi Jiwasraya sangat penting sekali.
Hal ini untuk menepis dugaan bahwa kasus Jiwasraya ini diduga melibatkan istana, baik langsung, maupun tidak langsung.
“Kalau nggak, bisa menjadi bola liar dan ujungnya lari ke istana kasus ini. Ini duit besar,” tuturnya.
“Jiwasrayagate ini setara dengan 3 kali Century.Century aja lari ke Istana, apalagi yang duit segede ini. Kalau tidak terkait istana, nggak bakalan ribut dari awal,” pungkasnya.













