Dari prediksi tingginya angka Golput dalam PilkadaTangsel, KPN juga melakukan simulasi Pilkada, yang menghadapkan para calon dengan golput dan tanpa golput.
Langkah tersebut, untuk menunjukan siapa calon yang diuntungkan atau dirugikan dengan tinggi atau rendahnya angka golput dalam Pilkada kali ini.
“Ketika menampilkan hasil survei yang disandingkan dengan golput, hasilnya mengejutkan.bahwa golput menempati posisi 55 persen. Hasil survei menunjukan ketika angka golput tinggi, maka Siti Nur Azizah beserta pasangannya yang diuntungkan,” kata dia.
Namun, jika angka golput dapat ditekan rendah, maka pasangan Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan yang diuntungkan, karena memperbesar persentase kemenangan, walaupun mereka tetap unggul pada tingkat golput yang tinggi.
“Ini menunjukan bahwa Benyamin Davnie berkepentingan memperkecil angka golput untuk memperbesar peluang menangnya. Namun sebaliknya Siti Nur Azizah berkepentingan memperbesar angka golput guna meningkatkan peluang kemenangannya. Ini menjadi tolak ukur kita dalam melihat pola-pola kampanye para calon-calon ini nantinya,” jelas Adib.
Sementara, untuk survei yang dilakukan, ketika responden tidak dihadapkan dengan golput, maka hasilnya Benyamin Davnie memperoleh elektebilitas tertinggi dengan 32,9 persen. Disusul oleh Muhammad 25 persen dan Siti Nur Azizah 21,5 persen.














