“Diposisi Wakil, yang memperoleh peringkat tertinggi adalah Ruhamaben dengan 6,5 persen disusul Pilar Saga Ichsan 4,6 persen dan kemudian Rahayu Saraswati 1,2 persen,” terang dia.
KPN mengaku, survei awal yang dilakukan dalam menyongsong Pilkada Kota Tangsel, sangat menarik. Hal itu, didasari dari kepentingan elit-elit besar yang menempatkan keluarganya dalam Pilkada.
“Kita tertarik, sebenarnya ada ambisi apa sampai Wapres, Menhan hingga Ratu Tatu Bupati Serang menurunkan keluarganya di Pilkada Kota Tangerang Selatan ini,” jelas dia.
Melihat munculnya anak dan sanak keluarga tokoh-tokoh besar, hasil survei yang menunjukan kecilnya elektebilitas Rahayu Saraswati dibanding calon lainnya, menunjukan bahwa pemilih di Tangsel, merupakan pemilih rasional yang menitik beratkan pilihannya pada calon yang dikenal dalam lingkup harian mereka.
“Persentase terkecil saat ini Rahayu Saraswati, karena mungkin secara figur tidak dikenal oleh masyarakat Tangsel. Kalau sisi Muhammad kita lihat cukup bagus, jadi tinggal Saraswati yang perlu kerja ekstra keras untuk mengimbanginya,” terang Adib.
Survei ini dilakukan pada 17-24 Juli, mengunakan metode multistage random sampling, dengan jumlah responden sebanyak 440 orang, sampling of error 4,8 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.














