Ketua Panitia Guan Yin The Musical 2025, Sutina Irsan, menegaskan bahwa pilihan konsep drama musikal bertujuan agar pesan welas asih lebih mudah diterima masyarakat.
“Musik lebih mudah menyentuh jiwa dibanding media lain. Karena itu, saya berharap pesan ini bisa ditangkap dan dirasakan langsung oleh penonton,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa sosok Guan Yin dipilih karena dalam ajaran Buddha, beliau dikenal sebagai lambang welas asih, kelembutan, dan cinta kasih universal.
Meski persiapan sempat terkendala masalah dana, dukungan dari Kementerian Agama dan Kementerian Kebudayaan membantu terlaksananya pementasan akbar ini.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam testimoninya menekankan peran budaya sebagai kekuatan pemersatu bangsa.
“Kalau politik bisa memecah belah, budaya justru menyatukan. Budaya Indonesia itu bukan hanya diversity, tetapi mega diversity. Karena itu, kita harus menjaganya dengan sikap terbuka dan solidaritas,” ujarnya.
Fadli juga berharap semakin banyak drama musikal yang lahir untuk mengeksplorasi kekayaan budaya Indonesia, sekaligus memberi ruang baru bagi pertunjukan seni yang kreatif dan mendidik.
Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai pementasan ini lebih dari sekadar seni pertunjukan.













