Penyampaian hasil survei dari ketiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTT tersebut menghadirkan Prof. Burhanuddin Muhtadi, M.A., Ph.D. yang merupakan Founder dan Peneliti Utama Indikator, Pengamat Politik Atau Akademisi FISIP Universitas Nusa Cendana Kupang Yohanes Jimmy Nami, M.IP, dan Pakar Ilmu Politik Universitas Nusa Cendana Dr. Rudi Rohi, dengan dimoderatori oleh Rizka Halida yang merupakan peneliti utama Indikator Politik.
Pasangan Yohanis-Jane didukung tiga partai yakni PDI Perjuangan, Hanura, dan PBB. Kemudian Melki-Johni didukung 11 partai yaitu Golkar, Gerindra, PSI, PPP, Perindo, Garuda, Gelora, PAN, Demokrat, PKN, dan Prima.
Sementara Simon-Adrianus didukung tiga partai yaitu NasDem, PKB, dan PKS.
Dari hasil survei ini, pasangan Yohanis Fransiskus Lema – Jane Natalia Suryanto unggul signifikan dari para pesaingnya dan paling berpeluang menang dalam Pilkada NTT November 2024 mendatang.
Namun demikian, jarak elektoral relatif sempit meski waktu tersisa kurang dari dua bulan.
Dinamika elektoral pada pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur NTT ke depan masih sangat berpeluang untuk berubah, terutama karena tingkat kedikenalan calon yang belum optimal.
Kandidat yang berhasil menjangkau paling banyak pemilih dalam sisa waktu ke depanlah yang paling berpotensi memenangkan pilkada di Provinsi Nusa Tenggara Timur.













