“Dan bukan hanya sekedar masif, kerja sosialisasi ke depan juga harus efektif dan sangat berkualitas,” ujar Peneliti Utama Indikator Politik, Rizka Halida.
Jika pemilihan diadakan ketika survei dilakukan, secara spontan Yohanis Fransiskus Lema paling banyak disebut 20.4%, kemudian Emanuel Melkiades Laka Lena 16.4%, dan Simon Petrus Kamlasi 14.4%. Nama lain jauh lebih rendah.
Belum menentukan pilihan 39.2%.
Pada simulasi 3 pasangan calon, Yohanis Fransiskus Lema dan Jane Natalia Suryanto unggul signifikan dengan dukungan 36.6%, diikuti pasangan Emanuel Melkiades Laka Lena dan Johni Asadoma yang mendapat dukungan sebesar 27.4%, serta pasangan Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu dengan dukungan 23.9%.
Yang memutuskan tidak akan memilih (Golput) ada sekitar 0.3%, sisanya merupakan massa mengambang sekitar 11.8%.
Popularitas merupakan hal mendasar dalam politik elektoral, tidak mungkin dipilih jika tidak dikenal. Populer juga belum tentu dipilih jika ada calon lain yang lebih disukai.
Oleh karena itu populer saja tidak cukup, citra personal calon juga harus positif.
Saat ini tingkat popularitas Emanuel Melkiades Laka Lena (55.2%), kemudian Yohanis Fransiskus Lema (51.5%), Simon Petrus Kamlasi (34.2%), Jane Natalia Suryanto (34%), Johni Asadoma (27.5%), dan Adrianus Garu (22.5%).













