Di sisi lain, produksi bijih nikel melambung 117% menjadi 9,10 juta wet metric ton (wmt), dengan volume penjualan meningkat 144% menjadi 8,20 juta wmt. Pencapaian tersebut membawa ANTM mencatatkan rekor penjualan bijih nikel triwulanan tertinggi sepanjang sejarah pada kuartal II-2025.
Arianto menambahkan, kinerja nikel juga memperkuat posisi strategis ANTAM dalam pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik nasional, melalui pembangunan fasilitas industri pendukung di Karawang dan Halmahera Timur bersama mitra strategis.
Selain nikel, lanjut Arinato, emas tetap menjadi pilar utama penjualan ANTM. Pada semester I 2025, penjualan emas mencapai Rp49,54 triliun atau 84% dari total penjualan perusahaan, tumbuh 163% dari Rp 18,83 triliun pada semester I-2024. Volume penjualan emas juga meningkat 84% menjadi 29.305 kg.














