JAKARTA, BERITAMONETER.COM – Konflik Timur Tengah yang kian memanas bukan hanya menganggu stabilitas geopolitik dunia, tetapi juga mengancam rantai pasok energi global. Indonesia pun terkena dampak apalagi kawasan Timur tengah merupakan jalur vital perdagangan minyak dunia.
Menghadapi situasi tersebut, PT Pertamina (Persero) menyiapkan strategi alternatif mengantisipasi dampak dari eskalasi konflik Iran-Israel. Kepada media, Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron mengatakan, PT Pertamina akan meningkatkan pengawasan dan kewaspadaan.
“PT Pertamina mempunyai komitmen untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional. Keselamatan pekerja dan keberlangsungan operasional sebagai fokus utama kami”, jelas Baron.
Baron menambahkan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), atau Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) serta otoritas setempat untuk memonitor secara intensif seluruh pekerja, operasional dan armada yang berada di area Timur Tengah.
“Pertamina juga telah menyiapkan langkah mitigasi risiko serta memperkuat komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri, KBRI, KJRI dan otoritas setempat guna menjaga kelancaran operasional dan keamanan kru,” ujar Baron.















