PT Pertamina (Persero) mempunyai tiga unit bisnis strategis yang bersinggungan langsung dengan konflik Timur Tengah, yakni PT Pertamina International Shipping (PIS) Non Captive terkait aktivitas pengangkutan energi global, Pertamina Internasional EP (PIEP) yang menjalankan operasi hulu di Basra, Irak, serta Pertamina Patra Niaga dalam pengadaan minyak mentah dan produk dari sumber di Kawasan Timur Tengah.
Sebagai penyangga utama energi Nasional, Perusahaan plat merah tersebut inginn memastikan seluruh lini bisnisnya mulai dari penyediaan minyak mentah, hingga penyediaan kebutuhan BBM dan LPG domestik terus beroperasi secara optimal dan dalam kondisi terkendali.
“Kami akan terus memantau perkembangan dinamika energi global dan memastikan kelancaran rantai pasok global dan ketahanan energi nasional tetap terjaga”, kata Baron sembari menambahkan bahwa Pertamina memiliki portofolio sumber pasokan minyak mentah, produk BBM dan LPG yang terdiversifikasi, baik dari produksi dalam negeri maupun dari berbagai negara mitra.
Selain memantau perkembangan global, PT Pertamina juga mengoptimalkan operasional kilang domestik untuk menjaga keseimbangan produksi dan distribusi. Dengan pengelolaan pasokan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, perusahaan memastikan ketersediaan BBM dan LPG bagi masyarakat tetap dalam kondisi aman, memadai dan terkendali.















