Oleh: MH. Said Abdullah
Kita sedang memasuki periode yang tidak mudah dalam beberapa pekan kedepan, sebaran Virus Corona atau yang populer disebut Covid-19, mulai muncul di beberapa kota di Indonesia. Tentu, kita akan terus mendukung segala upaya yang sedang dilakukan oleh Pemerintah, dalam menanggulangi penyebaran Covid-19.
Komitmen yang kuat dari Pemerintah, untuk mengutamakan keselamatan seluruh warga negara, perlu kita apresiasi dan kita dukung penuh agar hasilnya bisa maksimal. Termasuk, penggunaan kebijakan fiskal dalam mengantisipasi dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh Covid-19.
Saya melihat perkembangan ekonomi global, justru semakin memberatkan ekonomi nasional kita. Harga minyak mentah Brent, yang menjadi acuan harga bagi Indonesian Crude Price (ICP) dalam sepekan terpangkas hingga seperempatnya, terperosok ke level psikologis US$ 30 per barel pada Jum’at (13/3). Sementara kita tau, asumsi ICP dalam APBN 2020 berada pada harga US$ 63.
Selain itu, nilai tukar rupiah juga mengalami penurunan yang cukup signifikan, data bloomberg mengungkapkan dalam perdagangan di pasar spot sepanjang pekan ini turun 534 poin atau 1,6% ke posisi Rp 14.777 per dolar AS, pada penutupan perdagangan, Jumat (13/3).












