Dalam konteks ini saya teringat mimik marah pada wajah Wapres Gibran Rakabuming Raka saat melihat para anggota DPR menari senang dengan kenaikan tunjangan beberapa waktu lalu.
Kita harus jujur bahwa kontekstur gerakan rakyat hari ini menunjukkan bahwa ini bukan gerakan sentimentil yang dipicu oleh kemarahan sesaat melainkan sebuah ledakan dari akumulasi keresahan dan kemarahan yang berlangsung lama.
Kita tidak ingin pemerintahan ini terganggu dan kesulitan bekerja karena gejolak semacam ini, maka perlu segera melakukan evaluasi menyeluruh, baik pada sektor legislative, yudikatif, maupun eksekutif.
Selain itu, perlu ada langkah strategis untuk mencegah adanya upaya penyusupan oleh para penumpang gelap, free riders, yang ingin membenturkan rakyat dengan aparat keamanan.
Upaya bentur-membenturkan berpotensi memperumit keadaan dan mendatangkan bencana yang lebih kompleks dan merugikan kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.
Penulis adalah Analis Politik Senior di Jakarta















