Tren pemulihan konsumsi masyarakat juga terus menguat sejalan dengan tren mobilitas masyarakat.
Hal ini terlihat dari tingkat kepercayaan masyarakat (CCI) yang mulai kembali ke level optimis dan jauh melampaui awal pandemi.
Berdasarkan hasil survey, pada bulan April konsumen menggunakan 74,4% penghasilannya untuk konsumsi, lebih tinggi dibandingkan rata-rata tahun 2020 sebesar 68,7%.
“Intinya di sini indikator-indikator trennya adalah pemulihan, baik dari segi produksi maupun konsumsi. Meskipun kita sampaikan kewaspadaan tetap harus ada,” kata Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara Kunta Wibawa selaku narasumber.
Pemerintah terus bekerja keras mengupayakan pemulihan ekonomi pada tahun 2021 dengan beberapa kebijakan terkait perlindungan sosial.
Total alokasi sebesar Rp148,27 triliun yang digunakan untuk Program Keluarga Harapan, Kartu Sembako, BLT Desa, Bansos Tunai dan Diskon listrik. T
ujuannya untuk melindungi masyarakat yang terdampak pandemi, menjaga tingkat konsumsi, serta meredam meningkatnya angka kemiskinan.
Di sektor kesehatan, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp172,8 triliun untuk memenuhi kebutuhan penanganan dan vaksinasi Covid 19.
Percepatan vaksinasi dan akselerasi 3T (tracing, testing, dan treatment) dan konsistensi penerapan 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan) diharapkan dapat menjadi “game changer” dari kondisi pandemi.













