Data tersebut menunjukan peningkatan user mencapai 10 kali lipat. Karena itu, mantan Ketua Komisi III DPR RI ini optimis sampai dengan akhir 2018 pengguna aplikasi DPR Now! akan semakin masif hingga pelosok daerah.
“Jumlah pengaduan yang masuk juga mengalami perkembangan. Pada awal launching jumlahnya hanya 16 aduan, memasuki pekan pertama terdapat 38 aduan, pekan kedua masuk sebanyak 30 aduan, pekan ketiga masuk 11 aduan, dan menutup akhir September ada 3 aduan. Total aduan yang masuk mencapai 98 aduan,” imbuh Bamsoet.
Dia menjelaskan, status pengaduan yang diterima dalam sebulan terbagi dalam beberapa kategori. 24 aduan berstatus ‘Mulai Proses’. Artinya data dan dokumen aduan sudah lengkap dan akan segera di proses. 23 aduan berstatus ‘Diterima’, artinya posisi aduan sudah diterima tetapi masih menunggu kelengkapan data dan dokumen dari pengadu.
“18 aduan berstatus ‘Ditolak’ karena bersifat spam dan terdapat aduan yang sama. 24 aduan ‘Selesai’ karena sudah diterima dan bersifat apresiasi. Dan, 9 aduan berstatus ‘Penyelesaian’ dimana posisi aduan sedang ditindaklanjuti,” jelas legislator dapil Jawa Tengah VII ini.
Menyambut Pemilu 2019, aplikasi DPR Now! juga mengalami pembaharuan dengan melengkapi fitur informasi yang di dalamnya memuat Daftar Anggota DPR RI periode saat ini. Dengan memanfaatkan fitur tersebut, masyarakat bisa memperoleh rekam jejak mulai dari data pribadi, riwayat pendidikan, pekerjaan, organisai, pergerakan, dan penghargaan yang diterima para anggota DPR RI.














