Sementara itu, Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Jokowi atas tanggapannya terhadap Deklarasi Anti Hoaks Muslimat NU.
“Jadi, kita ada deklarasi anti hoaks, anti fitnah dan anti ghibah. Kalau anti hoaks, anti ujaran kebencian, itu kan sanksinya di Undang-Undang ITE. Tapi kalau anti ghibah, ghibah itu bergunjing. Nah, itu artinya ada sanksi-sanksi yang bersifat spiritual,” terang Khofifah.
Muslimat NU, lanjut Khofifah, kami berharap semua pihak membangun diri secara produktif, pola pikir kita juga pola pikir konstruktif dan pola pikir positif. “Saya rasa itu akan menjadi bagian dari pondasi menjadi bangsa yang besar, kokoh, dan kuat,” ujar Khofifah.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya dalam acara acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Lahir Ke-73 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) serta Doa untuk Keselamatan Bangsa itu, Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa membacakan Deklarasi Anti Hoaks, Fitnah dan Ghibah, yang berbunyi:
Dengan rahmat Allah Yang Mahakuasa, Kami warga Muslimat NU berikrar:
- Menolak hoaks, fitnah, dan ghibah yang dapat memicu perselisihan dan perpecahan bangsa;
- Tidak akan menyebarkan dan membuat berita bohong, ujaran kebencian, fitnah, dan ghibah;
- Membudayakan menyaring sebelum menyebarkan informasi yang diterima;
- Berpikir positif untuk menguatkan ukhuwah dan persatuan bangsa















