Pada Juli 2023, produksi minyak Arab Saudi terpangkas sekitar 860.000 barel per hari.
Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengemukakan Rusia akan menggunting ekspor minyak sebesar 300.000 barel per hari pada September.
Untuk diketahui, Rusia dan Arab Saudi tergabung dalam OPEC+, dimana
para menterinya telah mengadakan pertemuan pada Jumat (4/8/2023).
Kalangan analis UBS memperkirakan, pembatasan pasokan minyak akan
menimbulkan defisit pasar sebesar 1,5 juta barel per hari pada
September.
Defisit pada Juli dan Agustus mencapai 2 juta barel per hari.
Usai berlangsungnya pertemuan tingkat menteri OPEC+, pada Jumat pekan
lalu, Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengatakan, konsumsi
minyak global kemungkinan naik 2,4 juta barel per hari tahun ini. (ANES)














