JAKARTA – PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) memiliki total kapasitas terkontrak sebesar 42,8 MW dari tiga proyek yang telah beroperasi yakni Proyek Cikopo, Jawa Barat (7,4 MW), Proyek Tomasa, Sulawesi Tengah (10 MW), Proyek Yaentu, Sulawesi Tengah (10 MW) dan dari dua proyek yang sedang dalam tahap konstruksi, yakni Proyek Kukusan, Lampung (5,4 MW) dan Proyek Tomoni, Sulawesi Selatan (10 MW).
Kelima proyek pembangkit listrik tersebut memanfaatkan aliran sungai langsung (run-of-river) dengan target estimasi produksi listrik tahun ini untuk ketiga proyek yang telah beroperasi sebesar 118.2 GWh dan ditargetkan akan tumbuh sebesar 49.5% YoY menjadi 176.7 GWh pada 2025 setelah konstruksi Proyek Kukusan rampung di tahun 2025. Hal itu terungkap dalam Public Expose 2024 pada Selasa, 17 Desember 2024.
Menurut Aldo Artoko Presiden Direktur ARKO, Perseroan optimistis dengan pengembangan sektor energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia. Perseroan mampu mendukung target pemerintah seperti target bauran energi, Net Zero Emission (NZE), hingga swasembada energi.
Untuk itu, Perseroan terus melanjutkan proses konstruksi kedua proyek agar dapat segera berkontribusi bagi bauran energi Indonesia yang berasal dari EBT dan mempercepat Indonesia mewujudkan cita-cita swasembada energi.














