“Kami terus mengakselerasi konstruksi proyek pembangkit listrik yang tengah berjalan yakni Proyek Kukusan dan Proyek Tomoni yang masing-masing progress konstruksinya sudah mencapai 49,9% dan 12,2% pada November 2024 dan diperkirakan selesai pada semester dua 2025 dan 2026,” rinci Aldo dalam keterangan resmi, Kamis (19/12/2024).
Sementara itu Boy Gemino Kalauserang, Direktur ARKO juga menjabarkan peran Perseroan dalam aspek environmental, social, and governance (ESG) hingga mencapai target NZE pada 2060. Sejak tahun 2017 hingga 3Q24, ARKO berhasil menurunkan emisi gas rumah kaca sebanyak ±237,168 ton COâ‚‚eq alias terdapat peningkatan reduksi emisi sebesar 34.534 ton COâ‚‚eq (17,1% YTD) sepanjang 9M24.
“Ke depannya, kami perkirakan bahwa ARKO mampu melakukan reduksi emisi gas rumah kaca sebesar ±99.937 ton COâ‚‚eq per tahunnya setelah Proyek Kukusan dan Proyek Tomoni beroperasi,” terang Boy.
Kemudian, Ricky Hartono, Direktur ARKO juga menyatakan bahwa dari segi finansial, di tengah anomali cuaca, Perseroan masih mampu membukukan peningkatan pendapatan sebesar 16,1% YoY menjadi Rp153,5 miliar pada periode 9M24.
“Harapannya, dengan terus mengejar konstruksi proyek yang tengah berjalan serta terus merealisasikan proyek yang ada di dalam pipeline kami sebanyak lebih dari 260 MW, Perseroan mampu untuk terus meningkatkan financial asset-nya guna meningkatkan kapasitas
serta kapabilitas Perseroan guna mencetak pertumbuhan secara berkelanjutan,” tutup Ricky.














