Oleh: Ferdinand Hutahaean
Konflik terbuka antara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said dengan Dirut Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Baasir akhirnya meledak saat coffe morning kementrian ESDM.
Konflik yang sudah terlalu lama terbiarkan terjadi dan sudah mengganggu kebijakan pemerintah dalam membangun pemenuhan kebutuhan energi listrik bagi masyarakat. Bahkan dikalangan praktisi kelistrikan, sudah banyak yang mengeluh tentang sikap Dirut PLN yang arogan dan tidak patuh pada pemerintah.
Salah satunya para pelaku di Mini Hydro dan Mikro Hydro. Alasannya tarif yang sudah ditetapkan oleh pemerintah tidak diimplementasikan oleh Dirut PLN. Akhirnya sektor ini jadi lamban pertumbuhannya padahal harusnya Mini Hydro dan Mikro Hydro adalah andalan pemenuhan listrik didaerah yang jauh dari jangkauan distribusi.
Arogansi Dirut PLN ini jugalah yang diduga membuat Komisaris Utama PLN Kuntoro Mangkusubroto mundur beberapa waktu lalu. Tidak ada kesamaan visi antara pemerintah dengan Dirut PLN. Visi mentri ESDM jelas dan clear bahwa pemenuhan listrik bagi rakyat adalah kewajiban negara dan PLN tidak boleh dijadikan sebagai BUMN yang orientasinya profit taking atau ambil untung, tapi PLN adalah BUMN pelayan rakyat.















