Arsjad berharap lebih banyak lagi hati warga di Indonesia yang bergabung dengan Ganjar-Mahfud untuk menjadikan satu hati menuju Indonesia unggul.
“Memilih pemimpin harus jeli dan jangan sembarang, jangan lupa atas kejadian masa lalu. Juga harus melihat nilai-nilai budi pekerti dari calon presiden dan calon wakil presiden,” pungkas Arsjad.
Sementara itu, Wakil Ketua TPN Ganjar-Mahfud, Andika Perkasa, mengatakan, kepribadian Yenny sangat mirip dengan almarhum ayahandanya Almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Yakni melihat sesuatu persoalan dari sudut pandang pemikiran yang berbeda.
“Saya sering bertemu dengan Mbak Yenny Wahid di event internasional sejak 4 tahun lalu. Yakni event yang menghadirkan tokoh tokoh dan kepala negara. Mba Yenny adalah orang yang mencoba sesuatu yang baru. Hal itu ada pada pasangan Ganjar-Mahfud,” kata Andika.
Andika mengatakan, apa yang menurut Yenny Wahid benar maka itulah yang diikuti oleh kata hatinya. Yenny adalah orang yang punya kemauan tinggi melakukan hal-hal baru dan open minded.
“Yenny adalah sosok yang punya komitmen tinggi menjunjung nilai-nilai budaya. Ini harus jadi contoh bagi gen Z dan milenial. Yenny sudah tunjukkan dan contohkan. Selamat datang gerakan nasional untuk membuat Indonesia unggul yang dilakukan dengan hati,” pungkas Andika













