JAKARTA-Kementerian Perhubungan mendeteksi terjadinya kenaikkan penumpang jasa angkutan kereta api selama arus mudik Lebaran 2104. “Hingga H+1 ini peningkatannya sebesar 18.15%,” kata Ketua Harian Posko Tingkat Nasional AngkutanLebaran Terpadu Kementerian Perhubungan, Sudirman Lambali di Jakarta, Kamis (31/7/2014).
Berdasarkan catatan, sejak 18 Juli 2014 hingga 30 Juli 2014 atau H+1 menunjukkan penumpang kereta api 2.870.678 orang. Jumlah tersebut lebih meningkat jika dibandingkan dengan arus mudik Lebaran 2013 yang hanya 2.429.636 pada H+1 Lebaran.
Dikatakan Sudirman, gejala kenaikan jasa angkutan kereta api ini berbanding terbalik dengan jumlah pengguna kendaraan pribadi yang menurun.
“Beberapa pemudik sudah mulai beralih dan memilih mudik dengan menggunakan pesawat atau kereta api untuk menghindari kemacetan,” terangnya
Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Ignasius Jonan mengusulkan agar subsidi kereta ekonomi jarak menengah-jauh di Jawa, dihapus. Sehingga dana subsidi itu bisa digunakan untuk membangun infrastruktur kereta di luar Jawa. “Ternyata luar biasa daya beli masyarakat kita,” katanya
Menurut Jonan, subsidi kereta ekonomi tidak diperlukan karena tidak setiap hari orang menggunakan transportasi jarak menengah-jauh ini. “Harga tiket kereta kelas ekonomi untuk Jakarta-Surabaya, seperti KA Kertajaya, saat ini hanya Rp 50 ribu,”













