Peningkatan laba perusahaan tersebut, kata dia, didukung dengan aktivitas perdagangan di dalam dan di luar negeri.
Tahun lalu ASEI mencatat realisasi asuransi ekspor sebesar 13,383 miliar rupiah, untuk asuransi kredit 39,817 miliar rupiah, suretyship 10,523 miliar rupiahdan asuransi umum 65,609 miliar rupiah. “Keberadaan industri asuransi dalam menunjang kegiatan perekonomian di dalam maupun luar negeri saat ini sangat vital. Industri asuransi menjadi bagian tak terpisahkan dari berbagai kegiatan bisnis lain. Tetap paling tinggi hasil daro asuransi umum, itu penyumbang premi paling tinggi. Ya kita emang agresif kalau soal target premi,” jelas dia.
Dia menilai, kredibilitas yang selama ini dibangun ASEI mendorong sejumlah bank pemerintah, bank pembangunan daerah, bank umum swasta nasional, bank swasta asing dan berbagai lembaga keuangan non-bank bermitra dengan BUMN ini dalam perjanjian kerjasama Asuransi Kredit, Asuransi Ekspor, Penjaminan dan Asuransi Umum. “Kredibilitas yang dibangun mampu mendongkrak pertumbuhan BUMN ini secara signifikan,” kata dia.
Tahun ini, lanjut dia, perusahaan asuransi BUMN ini, memerlukan agresifitas dalam pemasaran dan perluasan jaringan kerja. “Untuk mencapai pasar yang lebih besar, asuransi wajib melakukan terobosan baru dari aspek pemasaran dan aspek underwriting,” pungkas dia.














