JAKARTA-PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) menargetkan pendapatan laba bersih setelah pajak pada 2013 sebesar Rp 350,306 miliar atau tumbuh 60 persen dari proyeksi 2012 mencapai Rp 246,7 miliar.
“Jadi, kami targetkan laba bersih naik 100 miliar rupiah di 2013 ini. Sementara untuk investasi, perseroan menargetkan bisa membukukan hasil investasi tahun ini hingga 228 miliar rupiah,” jelas Direktur Utama Askrindo, Antonius Chandra di Jakarta, Selasa (19/2).
Dia mengaku optimis hasil tersebut bisa dicapai mengingat sampai dengan 2012 perseroan telah menjali perjanjian kerja sama dengan 196 perusahaan, dimana 81 di antaranya merupakan perbankan.
Pihaknya juga akan berhati-hati dalam melakukan investasi dengan kebijakan menjaga keseimbangan cash flow, memperoleh optimalisasi yield dan melakukan investasi yang mendukung bisnis.
“Kita akan memasukan 80 persen portofolio investasi di deposito dan sisanya di obligasi dan penyertaan anak usaha,” imbuh dia.
Menurut dia, perolehan laba bersih akan ditopang oleh kinerja underwriting sebesar Rp 351,8 miliar rupiah dan hasil investasi Rp 228, 4 miliar.
“Kami sudah menyampaikan kepada komite kebijakan KUR agar dana PNM tidak masuk di akhir tahun dan sudah ada semacam understanding agar bisa cair di semester I-2013. Sehingga bisa memberikan kontribusi bagi pendapatan investasi di Askrindo,” jelas dia.












