Vaksinasi bagi buruh lanjut dia merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Langkah percepatan ekonomi nasional yang saat ini sedang digalakkan pemerintah.
Dengan tersedianya vaksin bagi kalangan buruh tentu akan makin meningkatkan produktivitas mereka dalam bekerja.
“Kita memang apresiasi karena setiap hari pemerintah menaikan target pemberian vaksin, kalau ideal bisa 600 ribu dosis per hari, maka ini harus dikejar. Terutama bagi kalangan buruh agar pemerintah juga memberi perhatian ekstra sehingga bisa cepat tercover. Nah dalam rangka ini pemerintah tentu kami dorong agar ikut mendorong ke sana,” tukas Ketua Dewan Pimpinan Nasional Masyarakat Pertambangan Indonesia itu.
Dia juga meminta, di tengah angka Covid yang makin naik, perusahaan-perusahaan harus mendisiplinkan pelaksanaan Protokol Kesehatan di tempat kerja.
Di samping itu, perusahaan-perusahaan yang beroperasi di zona merah agar memberlakukan program Bekerja dari rumah untuk para pekerjanya.
“Situasi kita saat ini sedang tidak bersahabat karena angka Covid naik lagi, bahkan sangat signifikan. Kami meminta agar selain penerapan Prokes yang disiplin di tempat kerja, di pabrik-pabrik, juga agar perusahaan di daerah merah, bisa mempertimbangkan kebijakan bekerja dari rumah. Kita tentu ingin bisa mengendalikan virus ini secara lebih baik lagi,” pungkas Arnod.















