Sementara itu, Jonathan Sudharta, CEO & Co-Founder of Halodoc
mengatakan, setelah dampak pandemi, kita semua berada pada momen yang sangat penting.
“Saat ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk dapat memenuhi permintaan yang terus meningkat terhadap akses layanan kesehatan yang berkualitas di Indonesia. Keselarasan terhadap visi Generasi Emas pada tahun 2045 memberikan fondasi yang dapat diandalkan untuk kemitraan dengan para pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun swasta,” katanya.
Fokus dari Halodoc, menurut Jonathan, adalah masalah kesehatan yang
dialami oleh para pengguna kami – untuk mengatasi masalah kesehatan
tersebut, Halodoc menyederhanakan akses kesehatan.
Apresiasi kami berikan terhadap kepercayaan Astra dan para pemangku kepentingan kami, merupakan dukungan yang tak ternilai dalam perjalanan kami menerapkan teknologi untuk kebutuhan kesehatan.”
Sejak diluncurkan pada tahun 2016, Halodoc telah memungkinkan
masyarakat mengakses ke lebih dari 20.000 praktisi medis, 3.300 rumah
sakit, dan 4.900 apotek.
Pada tahun 2022, lebih dari 20 juta pengguna aktif bulanan terhubung dengan platform Halodoc.
Investasi ASII pada sejumlah perusahaan di industri kesehatan (Halodoc
pada tahun 2021 dan 2023, serta Hermina pada tahun 2022) sejalan
dengan aspirasi ASII dalam mengembangkan industri kesehatan melalui
pembentukan sinergi antara Hermina, Halodoc, dan ekosistem ASII.
ASII percaya bahwa hal ini dapat menciptakan perjalanan pasien yang
lancar serta membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk
mendapatkan pelayanan kesehatan secara merata dan lebih berkualitas di
penjuru negeri.
Halodoc melalui pendekatan terhadap teknologi memiliki layanan
kesehatan bagi masyarakat yang terintegrasi dimulai dari telemedisin
dengan dokter terdaftar, pemesanan obat yang terpercaya, reservasi
layanan diagnosa lab, reservasi kunjungan dengan dokter di rumah sakit
hingga pengurusan asuransi, pembayaran dan administrasi pihak ketiga.














