Terkait lifting migas, Wakil Kepala SKK Migas Zikrullah menjelaskan, dalam pembahasan dengan Komisi VII, SKK Migas diminta melakukan simulasi produksi minyak hingga sebesar 800.000 barel per hari, lebih tinggi dari usulan awal sebesar 740.000-760.000 barel per hari. Namun produksi minyak sebesar 800.000 barel per hari tersebut akan sulit tercapai sebagai akibat dari penundaan-penundaan program kerja tahun 2016. “Program sumur pemboran banyak yang ditunda. Program sumur eksplorasi juga ada beberapa yang ditunda,” tambahnya.
Dalam catatan SKK Migas, untuk tahun 2017 tidak ada program kerja yang secara signifikan dapat meningkatkan produksi migas. Dari sekitar 6 WK migas yang PoD tahun depan, baru akan onstream pada kuartal 2 dan kuartal 3. “Jadi target 800.000 barel per hari akan sulit dicapai,” tegasnya.
Sementara untuk lifting gas bumi, menurit Zikrullah, target 1.100-1.200 ribu barel setara minyak per hari dapat dikatakan wajar dan relatif dapat terpenuhi. Proyek gas bumi yang akan onstream pada kuartal 2 tahun 2017 adalah WK Muara Bakau yang dikelola ENI.
Sebelumnya, Tim Harga Minyak Indonesia menyatakan, harga rata-rata minyak mentah Indonesia pada bulan Juni 2016 berdasarkan perhitungan Formula ICP mengalami penurunan dari US$ 44,68 per barel menjadi US$ 44,50 per barel atau turun US$ 0,18 per barel dari bulan Mei 2016.
Sementara ICP SLC Juni 2016 sebesar US$ 45,64 per barel atau turun sebesar US$ 3,82 per barel dari US$ 49,46 per barel pada bulan sebelumnya.













