Secara keseluruhan, pada kuartal I 2025, ASLC membukukan pendapatan Rp222,5 miliar, meningkat 21,4% dibandingkan pendapatan periode yang sama tahun 2024. Adapun laba bersih tercatat sebesar Rp13,7 miliar.
Sementara itu, untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham, ASLC berencana membeli kembali (buyback) saham serta melaksanakan Management and Employee Stock Option Program (MESOP) atau Program Opsi Saham Manajemen dan Karyawan.
Rencana buyback saham senilai Rp50 miliar tersebut akan dimintakan persetujuan kepada pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) akan dilakukan pada tanggal 17 Juni 2025. Rencananya, Perseroan akan diberi keleluasaan untuk melaksanakan Pembelian Kembali Saham dalam jangka waktu paling lama 12 (dua belas) bulan terhitung setelah tanggal diperolehnya persetujuan dalam RUPST.
“Program buyback ini diharapkan akan dapat membawa harga saham ASLC ke posisi yang mencerminkan nilai fundamental Perseroan. Adapun program MESOP merupakan bagian dari cara ASLC memberi insentif kepada manajemen dan karyawan sehingga bisa memiliki saham Perseroan,” tutup Jany Candra.














