JAKARTA – PT Avia Avian Tbk (AVIA) melaporkan, per 31 Desember 2024 perseroan masih memiliki sisa dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar Rp1,15 triliun, yang saat ini ditempatkan pada instrumen deposito perbankan.
Berdasarkan surat resmi AVIA kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tertanggal 15 Januari 2025, perusahaan cat milik taipan asal Surabaya, Hermanto Tanoko ini melaporkan realisasi penggunaan dana hasil IPO.
Seperti diketahui, emiten pemilik merek dagang Avian Brands ini melakukan IPO pada 1-3 Desember 2021, dengan total nilai emisi mencapai Rp5,77 triliun.
Namun setelah dikurangi biaya-biaya emisi senilai Rp119,36 miliar, maka hasil bersih dana IPO yang peroleh AVIA sebesar Rp5,64 triliun.
Menurut Corporate Secretary AVIA, Hera Septi Astuti dalam surat resmi perseroan kepada OJK, sebesar Rp2,41 triliun dana hasil IPO sudah digunakan oleh AVIA untuk modal kerja, senilai Rp76,94 miliar untuk belanja modal dan sebesar Rp550 miliar untuk pelunasan pokok utang bank.
Sementara itu, sebesar Rp950 miliar dana hasil IPO dimanfaatkan untuk belanja modal anak usaha AVIA, PT Tirtakencana Tatawarna.
Anak usaha ini juga menggunakan dana hasil IPO untuk belanja modal Rp85 miliar dan pelunasan utang pokok bank sebesar Rp380 miliar.















