Pada 2022, ujar Desy, penduduk Aceh mencapai 5,4 juta jiwa dan tersebar di wilayah yang sangat luas, sehingga menjadi tantangan bagi EXCL, terlebih lagi sebagian besar wilayah Aceh terdiri dari pegunungan yang memanjang dari ujung barat hingga perbatasan dengan Sumatera Utara.
Adapun kabupaten berada di area pegunungan yang cukup terpencil tersebut, yaitu Aceh Tengah, Bener Meriah dan Aceh Tenggara.
“Peningkatan infrastruktur tetap XL Axiata lakukan di ketiga kabupaten pegunungan tersebut dalam dua tahun terakhir, dengan menambah tidak kurang dari 10 BTS 4G, sesuai dengan kebutuhan,” kata Desy.
Sementara itu di kota/kabupaten lain, seperti Kabupaten Aceh Timur, Kabupaten Nagan Raya, Kota Banda Aceh, Aceh Besar, dalam dua tahun terakhir, EXCL telah melakukan penambahan hingga lebih dari 150 BTS.
Khusus di sepanjang Pantai Barat Aceh atau mulai dari Aceh Besar hingga Aceh Selatan, EXCL menambah 80 BTS 4G.
Sehingga, saat ini sudah lebih dari dari 1.700 desa/kelurahan dan 81 kecamatan di sembilan kabupaten yang terlayani layanan 4G XL Axiata.
Selain Pulau Weh, penguatan jaringan juga dilakukan di Pulau Simeulue hingga Pulau Banyak.
Di kedua pulau yang berlokasi di Samudera Hindia tersebut, total ada 24 BTS 4G yang melayani pelanggan di 37 desa.
“Saat ini di Pulau Weh terdapat 16 BTS 4G, yang menjangkau 15 desa di dua kecamatan. Dalam dua tahun terakhir, trafik data di Pulau Weh meningkat hingga 10 persen. Untuk itu, XL Axiata menambah tiga BTS 4G dan melakukan optimalisasi jangkuan dan kualitas jaringan. Apalagi Sabang merupakan salah satu destinasi wisata andalan Aceh,” tutur Desy.














