Irianto mengungkapkan, peningkatan penjualan otomotif akan mendorong permintaan terhadap komponen otomotif produk DRMA.
Karena, perseroan merupakan pemasok untuk produsen besar otomotif roda empat dan roda dua di Indonesia dengan penjualan di Semester I-2022 sebesar Rp1,59 triliun atau meningkat 22 persen (y-o-y).
“Target tahun ini, yaitu kenaikan penjualan dan laba bersih masing-masing sebesar 20 persen dan 50 persen dapat tercapai,” kata Irianto.
Untuk mengantisipasi kenaikan permintaan, pada tahun ini DRMA melakukan ekspansi dengan membangun tiga pabrik baru dan satu proyek perluasan pabrik.
Proyek pembangunan tersebut terutama untuk menggenjot produksi komponen kendaraan roda empat.
DRMA telah menyiapkan belanja modal sebesar Rp400 miliar














