“Panjang lebar dia ngeluarin perjanjian. Intinya kalau ada apa-apa sama anak saya karena sudah ditolak, entah itu hamil dan lain- lain, abis itu saya tanda tanganin,” ucap Aziz.
“Saya omongin, abang jaga adik abang, saya jaga anak saya. Saya enggak mengerti ancaman itu, apakah kekhawatiran dia kalau memang anak saya hamil lepas tanggungjawab. Ya saya bilang, setahu saya 3 sampai 4 hari ini masih menstruasi dan enggak mungkin berani melakukan yang bikin aib orangtua,” kata Aziz.
Meski masih menunggu hasil otopsi RS Polri Kramat Jati, Aziz meyakini bahwa korban pembakaran adalah Siti Zahra putrinya.
Itu, dibuktikan juga dengan pakain terakhir yang digunakan korban saat berangkat kerja di hari Kamis pagi.
“Saya yakin (pelaku DS) karena TKP engga jauh dari rumah si cowok. Jadi dia tahu kapan waktunya rame dan sepi di tempat itu,” ucap Aziz.














