ADVERTISEMENT
Berita Moneter
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • HOME
  • BURSA
    • Hot News
    • Saham
    • Pasar Modal
  • KEUANGAN
    • Asuransi
    • Bank
    • Bank Syariah
    • Koperasi
    • Kurs
    • Kripto
  • MAKROEKONOMI
    • Energi
    • Perdagangan
    • Investasi
    • Industri
    • Pariwisata
    • Properti
    • i-Tech
    • Travel
  • NASIONAL
    • Politik
    • Hukum
    • Regional
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
    • Opini
  • OTOMOTIF
  • EQUIPMENT
  • LAINNYA
    • Interview
    • Olahraga
    • Profile
    • Celebrity
  • Login
  • HOME
  • BURSA
    • Hot News
    • Saham
    • Pasar Modal
  • KEUANGAN
    • Asuransi
    • Bank
    • Bank Syariah
    • Koperasi
    • Kurs
    • Kripto
  • MAKROEKONOMI
    • Energi
    • Perdagangan
    • Investasi
    • Industri
    • Pariwisata
    • Properti
    • i-Tech
    • Travel
  • NASIONAL
    • Politik
    • Hukum
    • Regional
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
    • Opini
  • OTOMOTIF
  • EQUIPMENT
  • LAINNYA
    • Interview
    • Olahraga
    • Profile
    • Celebrity
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Berita Moneter
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • HOME
  • BURSA
  • KEUANGAN
  • MAKROEKONOMI
  • NASIONAL
  • OTOMOTIF
  • EQUIPMENT
  • LAINNYA
Home Nasional Opini

Bahaya Bus Bodong Seperti Odong-Odong

Berita Moneter Reporter : Berita Moneter
12 Mei 2024, 9 : 28 PM
3k 158
0
Dr. KRMT Roy Suryo, Pemerhati Telematika, Multimedia, AI dan OCB -/sekaligus Pembina & Penasehat beberapa Organisasi Otomotif spt PPMKI (Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia), Mercedes-Benz dan TBN (Touring Bela Negara).

Dr. KRMT Roy Suryo, Pemerhati Telematika, Multimedia, AI dan OCB -/sekaligus Pembina & Penasehat beberapa Organisasi Otomotif spt PPMKI (Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia), Mercedes-Benz dan TBN (Touring Bela Negara).

3.2k
SHARES
6.3k
VIEWS
ADVERTISEMENT

Oleh : Dr. KRMT Roy Suryo

Bus Bodong? Odong-odong? Ya, keduanya 11-12 alias hampir sama saja alias sama-sama Illegal dan tak lain jalan.

Kita tentu sering mendengar kendaraan yang dimodifikasi menjadi sejenis kereta-keretaan di pelosok-pelosok kampung guna mengangkut rombongan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

BacaJuga :

DPR Jangan Mengintervensi Kerja Penyidik Polda NTT

Peran Manajer Investasi: Sains di Balik Konstruksi Portofolio

Scroll untuk lanjutkan membaca.

Biasanya dibuat dari kendaraan niaga biasa.

Misalnya, Suzuki Carry atau Toyota Kijang yang diambil sasis dan mesin, kemudian dikaroseri menjadi seperti Lokomotif dan diberi gandengan yang berisi kereta penumpang.

Tak heran bahwa seringkali kendaraan yang tidak mendapatkan lolos Sistem Registrasi Uji Type (SRUT) bahkan sudah tidak hidup juga STNK dan BPKB-nya, karena sebenarnya juga sudah melanggar peruntukan jenis dan bentuk, tidak sesuai juga dengan VIN (Vehicle Identification Number)-nya.

Aslinya terkadang jenis Pick-Up untuk angkutan barang, namun setelah dimodifikasi jadi “kereta api” untuk menarik gerbong berisi manusia.

Benar-benar salah kaprah dan membahayakan.

Spesifikasi teknis mulai kekuatan mesin (HP / DK) tidak sesuai lagi, termasuk kapasitas rem yang sudah tidak memadai apalagi untuk kondisi mendadak yang membutuhkan jarak pengereman panjang, sangat beresiko tinggi fatal akibatnya.

Kita tentu masih ingat peristiwa dimana sebanyak 13 (tiga belas) orang terluka, Alhamdulillah tidak sampai terjadi korban jiwa, akibat kecelakaan lalu lintas yang melibatkan 2 (dua) Odong-odong dengan sebuah truk boks di Jalan Pantura, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, Jawa Tengah belum lama ini,.

Tepatnya pada hari Jumat tanggal 22/03/24 lalu.

Nekadnya lagi, 2 Odong-odong itu diberi “NoPol” B-1519-WT dan B-1022-TV yang tentu saja pasti tidak akan terbaca jenis kendaraan “Odong-odong” di STNK atau BPKB-nya, karena tidak pernah dikenal VIN apalagi SUT untuk jenis modifikasi kendaraan tersebut.

Istilah Odong-odong sendiri sebenarnya bukan peruntukan di Jalan raya, karena awalnya mobil-mobilan ini hanya menjadi bagian dari Komidi Putar (diluar dikenal dengan “Merry Go-Round” yang awalnya dulu bahkan mobilnya berbentuk Kereta Salju yang seolah-olah ditarik oleh Kijang-kijang dan “berputar” berkeliling).

Dalam perkembangannya Kijang-kijang dan Kereta salju ini diubah menjadi Mobil-mobilan kecil dan dirangkai, sampai akhirnya “ditarik keluar” dan mengelilingi arena Pasar Seni atau Pasar Malam tertentu.

Kini tidak mesti ada Pasar Malam, Odong-odong ini menjadi Alat transportasi dalam Kampung dan bahkan meluas antar Kampung, sampai-sampai juga dikenal istilah AKAP juga, namun kepanjangannya “Antar Kampung Antar Perumahan”.

Oleh sebab itu dikesempatan ini saya juga sangat mendesak agar Aparat menertibkan Odong-odong yang “keluar kandang” tersebut dan bahkan sampai ke Jalan raya yang bisa berakibat kecelakaan dengan kendaraan lain yang memang diberi izin untuk di jalan raya seperti di Batang tempo hari itu.

Odong-odong bolehlah tetap beroperasi untuk hiburan masyarakat, namun hanya khusus di area tempat hiburan tertentu atau zona terbatas, sehingga tidak ada yang dirugikan (pengusaha Odong-odong tetap bisa menjalankan bisnisnya menghibur rakyat, masyarakat tetap senang dan bahagia, namun pengguna jalan raya tidak terganggu jenis kendaraan yang tidak semestinya tersebut).

Terus apa hubungannya antara Odong-odong yang jelas-jelas bukan untuk Jalan Raya dengan Bus Pariwisata HYNO jenis AK1/RKA yang bernama “Putera Fajar” dan memiliki NoPol AD-7524-OG yang baru saja kecelakaan di Subang yang mengakibatkan hilangnya 11 (sebelas) nyawa yang tidak seharusnya itu?

Bukankah seharusnya Bus Pariwisata memiliki Surat-surat lengkap dan Izin Trayek sesuai aturan hukumnya

Inilah masalahnya. Karena -maaf, meski tidak bisa disamakan 100%- namun antara Odong-odong yang banyak melakukan pelanggaran izin dan Bus Putera Fajar ini bisa disebut “11-12” sebagaimana statemen saya di paragraf pertama diatas, BeTi alias Beda-beda Tipis saja.

Sebab ternyata Bus yang semalam dikemudikan oleh Sudira -yang katanya sudah berpengalaman 28 tahum menjadi sopir bus, semenjak 1996- tersebut dimiliki oleh PT Jaya Guna Hage yang beralamatkan di Ngebrak Kidul RT2/RW2 Giriwoyo Wonogiri namun SRUT-nya sudah habis semenjak tahun lalu, tepatnya semenjak 06/12/23 karena terakhir diuji adalah enam bulan sebelumnya alias 06/06/23.

Meski resmi memiliki No SRUT 551 dan saat uji terdaftar dgn Nomor PBR51043 sesuai keterangan dari Unit Pelaksana Uji Berkala Kendaraan Bermotor Dishub Kabupaten Wonogiri.

Namun sebenarnya Bus yang sekilas tampak Modern tersebut ternyata adalah Bus produksi tahun 2006 alias sudah berusia 18 (delapan belas) tahun sejak awal digunakannya.

Apalagi sesuai keterangan awal Sopir Bus bernama Sudira pasca kecelakaan Minggu pagi (12/05/24) sekitar pukul 09.00 dari RSUD Subang saat diwawancarai langsung secara Live oleh salah satu TV nasional, dia mengatakan bahwa Rem Bus terasa “dalam” ketika digunakan sejak berangkat dan diperbaiki oleh Mekanik lapangan yg ditemuinya di seputaran Tempat wisata Pelabuhan Ratu.

Secara teknis Rem yang “dalam” ini biasanya diakibatkan oleh karena Kampas Rem yang mulai tipis atau bahkan sudah mengikis Piringan (Cakram)-nya, sehingga upaya mekanik untuk “menaikkan” level Pedal rem tersebut sebenarnya adalah cukup beresiko bila tidak diperiksa lebih jauh kondisi ketebalan Kampas Rem dan Cakram yang ada.

Sebab bisa-bisa karena Kampas sudah habis maka akan terjadi adu Besi antara Bantalan Kampas dan Cakram yang berbahaya sekali sebenarnya.

Namun sebenarnya selain keterangan dari Sopir Bus, penting juga disimak beberapa keterangan dari Para saksi mata diseputaran TKP Masjid Saadah, Ciater, Jalan Raya Subang-Bandung sebelumnya, dimana banyak yg mengatakan bahwa Bus meluncur kencang hanya menggunakan Lampu Hazard (?) tanpa terlihat Upaya pengereman.

Halaman :
12Berikutnya
Tags: bus bodongBus Putera Fajarodong-odongroy suryo
Share1291Tweet807SendSharePin290Share226
Berita Sebelumnya

Kapal Tanker Tiongkok Senilai Rp 50,9 Miliar Tanpa Izin Impor Diamankan

Berita Selanjutnya

Haidar Alwi: Program Makan Siang Gratis Harus Berjalan Tanpa Bikin APBN “Boncos”

Berita Terkait

Kuasa Hukum PT. Krisrama, Petrus Selestinus
Nasional

DPR Jangan Mengintervensi Kerja Penyidik Polda NTT

16 Feb 2026, 9 : 43 AM
Peran Manajer Investasi: Sains di Balik Konstruksi Portofolio
Nasional

Peran Manajer Investasi: Sains di Balik Konstruksi Portofolio

15 Feb 2026, 9 : 48 PM
Bawaslu Konsisten Mengawal Demokrasi
Nasional

Panggilan Menjaga Kedaulatan Rakyat

14 Feb 2026, 3 : 14 PM
Kontestasi Pemilihan dan Keadilan Sosial
Nasional

Menguji Kesetaraan Kompetisi dalam Pemilu

11 Feb 2026, 5 : 49 PM
Kematian YBS dan Gestur Politik Murahan Bupati Sikka
Opini

Kematian YBS dan Gestur Politik Murahan Bupati Sikka

10 Feb 2026, 8 : 05 PM
Regulasi Pemilu di Masa Pandemi
Nasional

Menguji Kesetaraan Kompetisi dalam Pemilu

8 Feb 2026, 10 : 42 AM
Berita Selanjutnya
Haidar Alwi: Program Makan Siang Gratis Harus Berjalan Tanpa Bikin APBN “Boncos”

Haidar Alwi: Program Makan Siang Gratis Harus Berjalan Tanpa Bikin APBN "Boncos"

jumlah penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 270 juta jiwa merupakan potensi pasar yang sangat besar untuk produk hilir minyak sawit pangan, personal wash, personal care, hingga biofuel.

Program Restrukturisasi Mesin Tahun 2024 Bagi Industri Mamin Digulirkan

Perluas Pasar, Mustika Ratu Gandeng Sugi Holdings

Perluas Pasar, Mustika Ratu Gandeng Sugi Holdings

Berita Populer

  • Kematian YBS dan Gestur Politik Murahan Bupati Sikka

    Kematian YBS dan Gestur Politik Murahan Bupati Sikka

    3304 shares
    Share 1322 Tweet 826
  • Hamdan Zoelva Soroti Polemik HPL dan Putusan Serta Merta dalam Seminar Hukum Agraria di PSHA FH Usakti

    3247 shares
    Share 1299 Tweet 812
  • Solider dengan Mgr Paskalis, Umat Katolik Tuntut Transparansi Lewat Aksi Seribu Lilin

    3246 shares
    Share 1298 Tweet 812
  • Luncurkan GMA Affiliate Mega Pro, Gus Choi: Bisnis Gotong Royong Untuk Mencapai Kesejahteraan

    3518 shares
    Share 1407 Tweet 880
  • Puradelta Lestari (DMAS) Catat Marketing Sales Rp1,6 Triliun pada 2025

    3245 shares
    Share 1298 Tweet 811

Opini

PSN Tambak Udang Harus Jadi Peluang Nyata Bagi SDM Lokal Sumba Timur

PSN Tambak Udang Harus Jadi Peluang Nyata Bagi SDM Lokal Sumba Timur

16 Feb 2026, 8 : 14 PM
DPRD Manggarai Barat Rekomendasikan Bentuk Satgas Penertiban Kapal Wisata

DPRD Manggarai Barat Rekomendasikan Bentuk Satgas Penertiban Kapal Wisata

16 Feb 2026, 7 : 51 PM
Wacana Penunjukan Langsung Kapolri oleh Presiden Dinilai Tak Demokratis

FPIR: Waspada Penunggang Gelap dalam Agenda Reformasi Budaya Polri

16 Feb 2026, 7 : 43 PM
Ketum Partai Pembaruan Bangsa Minta Prabowo Bentuk BUMN Digital, Ini Alasannya

Ketum Partai Pembaruan Bangsa Minta Prabowo Bentuk BUMN Digital, Ini Alasannya

16 Feb 2026, 7 : 24 PM
Menko PM: Penerima PBI BPJS Capai 152 Juta Orang, Data Terus Diperbarui

Menko PM: Penerima PBI BPJS Capai 152 Juta Orang, Data Terus Diperbarui

16 Feb 2026, 6 : 47 PM
Suar News
Facebook Twitter Instagram TikTok Telegram
Berita Moneter

BERITAMONETER.COM menjadi portal berita yang paling terdepan hadir diruang kerja anda dengan menyuguhkan berita akurat yang sangat diperlukan bagi para pengambil kebijakan.
© 2024 - ALL RIGHTS RESERVED.

REDAKSI KAMI

Ruko Vinewood Residence 2, Jl. Moch. Kahfi II, RT.9/RW.5, Srengseng Sawah, Kec. Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12640

TENTANG KAMI

  • About
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • IKLAN Advertorial
  • REDAKSI
  • indeks
  • Feed

© 2024 Berita Moneter - Berita Tentang Moneter Terlengkap Dan Terkini BeritaMoneter.Com.

Selamat Datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Lupa Kata Sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • HOME
  • BURSA
    • Hot News
    • Saham
    • Pasar Modal
  • KEUANGAN
    • Asuransi
    • Bank
    • Bank Syariah
    • Koperasi
    • Kurs
    • Kripto
  • MAKROEKONOMI
    • Energi
    • Perdagangan
    • Investasi
    • Industri
    • Pariwisata
    • Properti
    • i-Tech
    • Travel
  • NASIONAL
    • Politik
    • Hukum
    • Regional
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
    • Opini
  • OTOMOTIF
  • EQUIPMENT
  • LAINNYA
    • Interview
    • Olahraga
    • Profile
    • Celebrity

© 2024 Berita Moneter - Berita Tentang Moneter Terlengkap Dan Terkini BeritaMoneter.Com.