Sebagai kebalikan dari berita atau informasi, hoax sangat berbahaya dalam suatu tatanan sosial berbangsa dan bernegara.
Hoax merupakan kejahatan luar biasa yang dapat menjadi peletup konflik dan perpecahan sosial, utamanya benturan horizontal antara satu dengan yang lain di tengah masyarakat.
Bisa saja satu negara terpecah-pecah karena menyebarnya hoax secara masif dan tak terkendali. Karena itu, daya rusak hoax lebih dahsyat dari perbuatan korupsi. Kenapa? Perilaku korupsi itu mengerogoti ABPN.
Artinya yang dirusak materi (barang) dan atau uang. Tapi, hoax merusak peta kongisi dan persepsi orang perorangan yang pada gilirananya membentuk opini publik yang destruktif.
Kalau terjadi opini publik destruktif, bisa memicu konflik horizontal yang relatif lebih sulit dikendalikan dibanding konflik sosial vertikal.
Realitas sosial menunjukkan, acap kali hoax mempertajam perbedaaan dan menimbulkan ekslusivitas yang semakin menganga (gaping) antar kelompok satu dengan yang lain di tengah masyarakat.
Pada gilirannya hoax sangat berpotensi mengganggu, mengubah atau mengganti ideologi suatu negara.
Karena itu, semua komponen bangsa harus bersama-sama melawan hoax, baik hoax yang dinarasikan secara explisit maupun yang implisit.












